/Niche Itu Apa ? Yuk Belajar Niche Biar Blognya Lebih Terfokus
belajar niche

Niche Itu Apa ? Yuk Belajar Niche Biar Blognya Lebih Terfokus

Niche itu apa? Buat orang yang sedang belajar ngeblog atau mulai membuat website untuk memulai bisnis online pasti akan terbentur untuk belajar niche.

Banyak pelajaran-pelajaran mengenai internet marketing yang membahas mengenai niche ini.

Bahkan banyak yang menyarankan jangan memulai apapun sebelum menentukan niche apa yang akan anda bahas.

Sebegitu pentingnya niche ini sehingga banyak pembahasan-pembahasan di dunia internet marketing yang justru kadang membuat bingung orang-orang yang baru belajar membuat website atau baru masuk dalam sebuah kursus internet marketing.

apa itu niche dan apa perannya dalam website

Sayapun awalnya sempat bingung sebenarnya niche itu apa sih ?

Searching kesana kemari di internet , apa yang saya dapat malah semakin membuat saya bertambah bingung karena pembahasannya yang terlalu kesana kemari dan tidak pada intinya (apa sengaja dibuat kabur ?).

Namun setelah belajar beberapa lama, terutama setelah masuk dalam komunitas SB1M, akhirnya saya mulai mengerti apa sih sebenarnya niche itu dan seberapa penting sebenarnya niche dalam sebuah website.

Baiklah tanpa berlama-lama yuk kita sama-sama belajar niche ini.

Niche itu apa ? Pembahasan Singkat

Jadi niche itu apa ? Saya langsung to the point saja biar tidak pada bingung.

Secara singkat NICHE itu adalah TOPIK APA YANG INGIN ANDA BAHAS DI WEBSITE ANDA ! Yup That simple !

Tidak perlu memakai penjelasan yang memusingkan, tidak perlu berputar kesana kemari untuk menjelaskan kalimat sesingkat itu.

Jadi niche website adalah topik yang mendasari sebuah website tersebut, misalnya ; anda menentukan website anda niche nya handphone, maka seluruh topik yang akan anda bahas di website anda adalah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan handphone yang bisa anda kembangkan ke beberapa pembahasan – pembahasan yang masih ada hubungan dengan handphone.

Contohnya : review sebuah handphone keluaran terbaru, spesifikasi sebuah handphone beserta rentang harganya, atau anda membahas mengenai perusahaan pembuat handphone tersebut, apakah CEO nya bekas dari perusahaan handphone terkenal, dimana handphone tersebut diproduksi,dsb.

niche itu apa

Micro Niche atau Macro Niche ?

Nah apa lagi ini ? Mungkin anda bertanya setelah membaca sub judul tersebut di atas.

Yup, dalam anda mencari pelajaran mengenai niche mungkin anda bersinggungan dengan kata-kata diatas.

Ada tutorial internet marketing yang menyarankan anda menggunakan micro niche, namun ada juga yang mengatakan sebaliknya, untuk menggunakan macro niche.

Baiklah kita coba pahami satu persatu, jika sebuah website menggunakan micro niche maka website tersebut biasanya akan memfokuskan hanya kepada satu pokok bahasan atau satu topik dasar saja, misalnya : handphone tadi.

Sedangkan jika sebuah website mempunyai prinsip macro niche , maka website tersebut tidak terlalu memfokuskan pembahasan hanya kepada satu niche saja melainkan kepada beberapa niche atau bahkan banyak niche sekaligus.

Masing-masing aliran memiliki argumen dan alasannya masing-masing.

Saya bisa mengatakan tidak ada yang lebih baik diantara satu sama lainnya, keduanya sama-sama baik tergantung strategi penerapan kita untuk mengarahkan website kita ke arah mana.

Keuntungan dan kelemahan menggunakan micro niche

Salah satu keuntungan menggunakan micro niche adalah anda bisa fokus hanya membahas kepada satu bahasan topik saja, sehingga keyword yang akan anda tuju bisa anda fokuskan terus menerus untuk bersaing dengan website-website lainnya dalam menggapai posisi ranking google yang lebih baik.

Jika niche yang anda tentukan tepat, maka hanya dengan sedikit artikel biasanya website anda sudah bisa meraih trafik tertarget.

Tidak perlu membuat banyak artikel, anda cukup membuat +/- 50 artikel maka website micro niche kita biasanya sudah bisa eksis dan bisa ditinggalkan untuk membuat blog/website yang baru.

Karena terfokus maka menjadi lebih mudah dibangun.

Namun selain keuntungan tentu ada pula kelemahannya.

Kelemahan yang paling fatal adalah jika anda salah dalam menentukan niche anda, yaitu topik yang anda bahas tidak ada atau kurang peminatnya maka siap-siap website anda akan sepi bahkan tidak ada pengunjung.

Website micro niche biasanya jarang untuk jangka panjang, karena untuk jangka waktu tertentu biasanya tidak diupdate lagi sehingga semakin lama akan semakin sepi pengunjung.

Biasanya para blogger yang membangun blog tipe ini akan menjual blognya setelah beberapa waktu tertentu.

Karena nichenya yang sempit , maka seringkali dalam membangunnya seringkali kehabisan ide mengenai artikel apa lagi yang akan ditulis.

Dalam bermain adsense, biasanya juga akan sulit untuk dapat diterima google karena jarang diupdate, sedangkan untuk bermain adsense biasanya google menginginkan sebuah website yang terupdate rutin.

Namun jika anda bisa melakukan update artikel secara rutin dan terus menerus, maka peluang untuk website micro niche diterima adsense sebenarnya lebih terbuka lebar dan lebih disukai google.

Kenapa ?

Karena dengan website micro niche google akan bisa melihat topik apa yang dibahas diwebsite kita sehingga google akan bisa menentukan iklan apa yang akan ditampilkan di blog/website tersebut.

Hal ini tentu lebih menguntungkan baik bagi Google, pengiklan maupun si blogger nya sendiri karena pengunjung yang datang adalah pengunjung yang lebih tertarget.

 

Keuntungan dan kelemahan menggunakan macro niche

Jelas dengan menggunakan macro niche maka para blogger tentu tidak akan kehabisan ide apa yang akan dijadikan bahan artikel.

Dengan niche yang beragam atau gado-gado maka apapun, kapanpun dan siapapun bisa menjadi sumber inspirasinya dalam menulis dan menerbitkan sebuah artikel.

Biasanya blogger tipe macro niche ini akan bisa cepat menghasilkan konten artikel yang beragam dan dalam jumlah yang banyak dalam waktu singkat.

Dengan banyaknya ide artikel, maka blog bisa diupdate secara rutin / setiap hari.

Bahkan bisa 5-10 artikel setiap hari jika kita fokus mengerjakannya.

Hal ini juga bisa menjadi keuntungan bagi blogger yang mencoba bermain adsense, karena Google senang website yang diupdate secara rutin setiap hari.

Namun selain keuntungan tersebut, maka kelemahannya adalah, biasanya Google agak tidak suka dengan website gado-gado seperti ini karena pengunjung yang datang seringkali tidak tertarget sehingga ketepatan iklan yang dipasang disebuah blog / website tidak menjangkau trafik yang tepat seperti yang diinginkan Google.

Keuntungan website tipe macro niche ini adalah kita seperti sedang menebar jala ke lautan, jadi trafik bisa datang dari mana saja karena begitu beragamnya topik yang kita bahas sehingga biasanya website tipe macro niche memiliki trafik yang lebih baik dari yang bertipe micro niche.

Namun sekali lagi kelemahannya adalah trafik yang datang adalah trafik yang tidak tertarget dan mengikuti jenis artikel yang beragam.

Contoh website macro/multi niche : situs berita, situs personal diary seseorang, atau bahkan di website saya ini saya menggunakan macro niche karena bisa anda lihat banyak topik yang saya bisa jadikan inspirasi saya untuk mengembangkan blog pribadi ini.

Jadi apakah kita akan menggunakan micro niche atau macro niche selanjutnya saya serahkan kepada anda yang penting dalam menjalankannya kita harus fun dan tidak menjadi beban bagi kita.

micro niche itu apa

Kenapa saya memilih tipe Macro Niche ?

Saya pernah mencoba untuk mengembangkan sebuah website dengan tipe micro niche, namun sepertinya tidak cocok dengan tipe saya.

Awalnya saya mempunyai banyak ide untuk mengembangkan website micro niche saya tersebut.

Namun setelah beberapa puluh artikel saya mulai terserang penyakit para blogger kebanyakan ‘rasa malas update’.

Apalagi karena pokok bahasan yang dibahas sempit, maka seringkali saya ‘mati gaya’ bingung mau membahas apalagi, sehingga akhirnya berhari-hari blog saya tidak terupdate.

Berhari-hari akhirnya menjadi berminggu-minggu, dan akhirnya menjadi malas update dan website tersebut terbengkalai begitu saja.

Akhirnya saya mencoba menjalankan website saya dengan tipe macro niche.

Setelah beberapa lama menjalaninya ternyata saya lebih fun, saya bisa menulis apa saja dan tidak terbatas dengan tembok ‘niche’ yang saya buat sendiri.

Setiap kali saya melihat sesuatu yang menarik bisa saya tulis, sumber inspirasi bisa datang dari mana saja dan kapan saja.

Itulah kenapa saya lebih memilih macro niche dibanding micro niche.

Bukan karena lebih baik, namun karena lebih cocok dengan saya dan saya lebih fun dalam menjalaninnya.

Demikian pembahasan singkat saya mengenai niche itu apa , apa pentingnya niche dan apa tipe micro niche dan macro niche semoga bisa menjadi inspirasi bagi anda.

Jika anda ingin mendapatkan tutorial yang lebih berkelas ,gratis dan secara rutin dikirimkan ke email anda silahkan daftarkan email anda dengan klik link subcription berikut ini :

TUTORIAL GRATIS INTERNET MARKETING

Mau lihat artikel lain di website ini ?

Aplikasi yang bisa mengetik untuk anda dengan hanya mendengar anda berbicara

Nah buat anda yang ingin membuat toko online, harus memiliki ‘ini’

Apakah SB1M Penipuan? MLM? Pembahasan ini sangat terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi

 

 

Belajar Bisnis Dropship : Bisnis Online Yang Bisa Bikin Kaya Mendadak
Mengukur kecepatan Website Dengan GTMetrix
Yuk bagikan artikel ini